Aku Wanita Penggoda
mengusap perutku lalu BH-ku ditariknya sehingga payudaraku yang montok nan mancung berselimut kulit yang putih mulus dihiasi puting kemerah-merahan terpampang jelas. Payudaraku diremasnya, lalu mulutnya mulai melahap payudaraku, dihisap, dikenyot dan digigit. Mulutku yang seksi dengan bibir merekah sekarang dikecup bibirnya sesekali lidahnya memainkan lidahku hingga aku makin menggelinjang.
Tidak puas dengan gaya menyodok dari depan, badanku di atas meja kerjanya diputarnya sementara batang kemaluannya masih terbenam dalam vaginaku, jadi gaya sekarang doggie style, aku berpegangan pada sisi meja kerjanya, vaginaku disodoknya dari belakang, hal ini membuatku meronta-ronta ketika batangnya berputar di dalam vaginaku.
"Aaahh.. aahh.. Pak enak sekali.."
"Nov.. enakan gaya doggie style daripada gaya yang tadi.."
Sodokan batang kemaluan Pak Lubis seakan akan merobek vaginaku, hingga hampir 25 menit kemudian tiba-tiba badanku kejang dan keluarlah cairan dari dalam vaginaku dengan derasnya membasahi batang Pak Lubis yang masih tenggelam di dalam vaginaku, saking derasnya sebagian menetes pada meja kerjanya, cairan yang banyak sekali keluar dari vaginaku membuatku lemas tak berdaya.
"Aaahh.. aarrgghh.. mmgghh.. Pak.. saya mau.. keluar.. nih.. Paakk.."
Sementara Pak Lubis makin mempercepat sodokan batangnya ke vaginaku yang becek, pantatku yang putih mulus nan montok lagi dihisap dan digigit mulutnya, dan 5 menit kemudian Pak Lubis akhirnya mencabut batangnya dari vaginaku dan langsung muncrat cairan dari dalam batangnya dengan deras membasahi pantat dan punggungku. "Argh.. argh.. argh.. Nov.. vaginamu memang enak sekali deh.. argh.. argh.. sshh.. sshh.." Terduduklah Pak lubis di kursi kerjanya dengan lemas, sementara aku masih tergeletak di atas meja kerja.
Tak lama kemudian ada suara ketukan di pintu, Pak Lubis sontak membersihkan batangnya yang masih banyak cairan dengan celana dalamnya sendiri, aku dibangunkan, vaginaku yang masih ada sisa cairan dibersihkan dengan kertas kertas arsip yang ditemukan olehnya dan menyuruhku pakai bajuku. Sisa cairanku yang tumpah di meja kerjanya dibersihkan dengan sapu tangannya. Setelah aku dan Pak Lubis telah berpakaian, dia menyuruhku keluar dari ruang kerjanya dan mempersilakan tamu yang mengetuk masuk ruangan, rupanya yang mengetuk adalah wakil kepala sekolah, Ibu Linda. Dengan langkah gontai kutinggalkan Pak Lubis dengan Bu Linda. Aku pun pulang.
Hampir 5 hari aku tidak masuk sekolah, karena selangkanganku rasanya sakit setelah disodok Pak Lubis untuk pertama kalinya. Aku masuk sekolah hanya untuk mengetahui lokasi ujian Ebta, yang rupanya aku mendapat lokasi di sebuah SMEA yang jauhnya 10 km dari sekolahku dan setelah masuk ujian Ebta, hanya aku yang ada di SMEA itu tidak ada temanku dari sekolah SMA-ku. Ujian Ebta berlangsung selama 5 hari, ketika hari Jum'at, hari terakhir seusai ujian di saat aku jalan menuju halte, aku dicegat oleh mobil Mercy, yang rupanya di dalamnya Pak Lubis.
"Nov.. sudah selesai ujiannya, mau saya antar?"
"Bolehlah Pak.."
Aku lalu masuk ke dalam mobil Pak Lubis dan kami pergi dari SMEA itu.
"Nov.. maaf yach kejadian di ruang kerja saya.."
"Ah.. nggak apa-apa koq Pak.."
"Terus terang sejak kejadian itu.. saya jadi kangen sama kamu.. kita tidak bertemu hampir 2 minggu. Maaf yach.. Nov.. saya pingin kehangatan dirimu lagi.. apa kamu mau melakukannya lagi..?"
"Nov.. juga kangen sama Bapak.. terserah Bapak lah saya mah ikut Bapak aja.."
"Terima kasih.. yach.. Nov.. kalau kamu bersedia."
Kulihat Pak Lubis tersenyum karena ajakannya tidak kutolak, kucium pipinya sewaktu dia menyupir. Hari itu Pak Lubis mengajakku ke Ancol, sampai di sana kami makan siang lalu sekitar jam 14.00, aku dan Pak Lubis memesan sebuah kamar di Pondok Putri Duyung, begitu masuk kamar dengan nafsu membara Pak Lubis dan aku langsung bugil, ditempelkan badanku di dinding lalu Pak Lubis langsung menyodokkan batangnya ke vaginaku dalam posisi berdiri, seakan aku digendongnya, hampir 1 jam lamanya kami melakukan dengan posisi berdiri lalu dia memindahkan tubuhku ke tempat tidur dengan posisi aku menggantungkan kakiku di sisi tempat tidur dan disodoknya sementara batangnya masih terbenam di vaginaku sejak posisi berdiri. Satu Jam kemudian ketika aku akhirnya mengeluarkan cairan dan darah dari vaginaku dengan derasnya yang membuatku lemas tak berdaya, kami ganti posisi lagi, sekarang kakiku diletakkan di pundak Pak Lubis sehingga hujaman batangnya serasa lebih masuk lagi ke vaginaku dan pada posisi yang ketiga ini kami lakukan sampai 1 jam kemudian dan Pak Lubis pun mengeluarkan cairannya di dalam vaginaku hingga aku merasakan kehangatan air maninya dalam vaginaku.
Tapi tenaga Pak Lubis sangat luar biasa, walau dia telah menyirami air mani dalam vaginaku. Pak Lubis membalikan badanku yang lemas-lemasnya untuk ganti posisi lagi dimana sekarang aku jongkok di badannya sedangkan Pak Lubis tidur terlentang. Badanku dipegangi kedua tangannya sedangkan vaginaku yang tertusuk batang kemaluannya, lalu badanku dihentakkan naik-turun, gaya posisi ini kami lakukan selama 1 jam, lalu setelah itu dia memegangi tubuhku lalu diputarnya badanku sehingga posisi kami berubah lagi, badanku membelakanginya dan dikocoknya badanku naik-turun, posisi inipun kami lakukan dalam 1 jam berikutnya hingga aku mengeluarkan cairan lagi untuk kedua kalinya hingga aku agak tak sadarkan diri karena kali ini cairanku keluar dengan darah yang agak banyak. Dalam keadaan tubuhku yang sangat lemas, batang itu masih di dalam vaginaku.
Pak Lubis merubah posisi lagi hingga ke-6 kalinya, kali ini aku nungging di tempat tidur dan dia menyodok dengan keras sekali, posisi inipun kami lakukan selama 1 jam hingga aku mengeluarkan cairan lagi yang ketiga kalinya dan Pak Lubis juga kembali mengeluarkan cairan di dalam vaginaku secara hampir bersamaan. Akhirnya setelah 6 jam vaginaku dihujam habis-habisan oleh batang Pak Lubis dengan 6 posisi pula, aku pun langsung pingsan diikuti Pak Lubis yang ambruk di tubuhku sambil memelukku.
Aku terbangun dari pingsanku ketika aku sudah tiba di depan rumahku kira-kira jam 23.00 malam. Sebelum aku turun dari mobil Pak Lubis aku mencium bibir Pak Lubis.
"Pak.. makasih ya.. Nov.. benar-benar puas deh.."
"Nov.. Bapak yang harus terima kasih karena kamu bisa memuaskan saya hampir 6 jam lamanya, kamu hebat.. Nov.. dan terima kasih kalau kamu mau menerima air mani saya.. di vaginamu.."
"Nggak.. Nov.. yang terima kasih karena Bapak memberikan air mani Bapak.. buat Nov.."
Setelah itu aku turun dari mobilnya dan Pak Lubis langsung meninggalkanku. Dengan langkah gontai aku masuk rumah dan langsung tidur. Berhari-hari aku tidak turun dari tempat tidur karena selangkanganku rasanya sakit sekali.
Pengumuman Ujian Ebta berlangsung 3 minggu kemudian, yang jatuh hari Sabtu, aku ke sekolah untuk lihat hasil ujian sekaligus untuk bertemu dengan Pak Lubis karena rasa kangenku, tapi Pak Lubis sedang rapat
Tidak puas dengan gaya menyodok dari depan, badanku di atas meja kerjanya diputarnya sementara batang kemaluannya masih terbenam dalam vaginaku, jadi gaya sekarang doggie style, aku berpegangan pada sisi meja kerjanya, vaginaku disodoknya dari belakang, hal ini membuatku meronta-ronta ketika batangnya berputar di dalam vaginaku.
"Aaahh.. aahh.. Pak enak sekali.."
"Nov.. enakan gaya doggie style daripada gaya yang tadi.."
Sodokan batang kemaluan Pak Lubis seakan akan merobek vaginaku, hingga hampir 25 menit kemudian tiba-tiba badanku kejang dan keluarlah cairan dari dalam vaginaku dengan derasnya membasahi batang Pak Lubis yang masih tenggelam di dalam vaginaku, saking derasnya sebagian menetes pada meja kerjanya, cairan yang banyak sekali keluar dari vaginaku membuatku lemas tak berdaya.
"Aaahh.. aarrgghh.. mmgghh.. Pak.. saya mau.. keluar.. nih.. Paakk.."
Sementara Pak Lubis makin mempercepat sodokan batangnya ke vaginaku yang becek, pantatku yang putih mulus nan montok lagi dihisap dan digigit mulutnya, dan 5 menit kemudian Pak Lubis akhirnya mencabut batangnya dari vaginaku dan langsung muncrat cairan dari dalam batangnya dengan deras membasahi pantat dan punggungku. "Argh.. argh.. argh.. Nov.. vaginamu memang enak sekali deh.. argh.. argh.. sshh.. sshh.." Terduduklah Pak lubis di kursi kerjanya dengan lemas, sementara aku masih tergeletak di atas meja kerja.
Tak lama kemudian ada suara ketukan di pintu, Pak Lubis sontak membersihkan batangnya yang masih banyak cairan dengan celana dalamnya sendiri, aku dibangunkan, vaginaku yang masih ada sisa cairan dibersihkan dengan kertas kertas arsip yang ditemukan olehnya dan menyuruhku pakai bajuku. Sisa cairanku yang tumpah di meja kerjanya dibersihkan dengan sapu tangannya. Setelah aku dan Pak Lubis telah berpakaian, dia menyuruhku keluar dari ruang kerjanya dan mempersilakan tamu yang mengetuk masuk ruangan, rupanya yang mengetuk adalah wakil kepala sekolah, Ibu Linda. Dengan langkah gontai kutinggalkan Pak Lubis dengan Bu Linda. Aku pun pulang.
Hampir 5 hari aku tidak masuk sekolah, karena selangkanganku rasanya sakit setelah disodok Pak Lubis untuk pertama kalinya. Aku masuk sekolah hanya untuk mengetahui lokasi ujian Ebta, yang rupanya aku mendapat lokasi di sebuah SMEA yang jauhnya 10 km dari sekolahku dan setelah masuk ujian Ebta, hanya aku yang ada di SMEA itu tidak ada temanku dari sekolah SMA-ku. Ujian Ebta berlangsung selama 5 hari, ketika hari Jum'at, hari terakhir seusai ujian di saat aku jalan menuju halte, aku dicegat oleh mobil Mercy, yang rupanya di dalamnya Pak Lubis.
"Nov.. sudah selesai ujiannya, mau saya antar?"
"Bolehlah Pak.."
Aku lalu masuk ke dalam mobil Pak Lubis dan kami pergi dari SMEA itu.
"Nov.. maaf yach kejadian di ruang kerja saya.."
"Ah.. nggak apa-apa koq Pak.."
"Terus terang sejak kejadian itu.. saya jadi kangen sama kamu.. kita tidak bertemu hampir 2 minggu. Maaf yach.. Nov.. saya pingin kehangatan dirimu lagi.. apa kamu mau melakukannya lagi..?"
"Nov.. juga kangen sama Bapak.. terserah Bapak lah saya mah ikut Bapak aja.."
"Terima kasih.. yach.. Nov.. kalau kamu bersedia."
Kulihat Pak Lubis tersenyum karena ajakannya tidak kutolak, kucium pipinya sewaktu dia menyupir. Hari itu Pak Lubis mengajakku ke Ancol, sampai di sana kami makan siang lalu sekitar jam 14.00, aku dan Pak Lubis memesan sebuah kamar di Pondok Putri Duyung, begitu masuk kamar dengan nafsu membara Pak Lubis dan aku langsung bugil, ditempelkan badanku di dinding lalu Pak Lubis langsung menyodokkan batangnya ke vaginaku dalam posisi berdiri, seakan aku digendongnya, hampir 1 jam lamanya kami melakukan dengan posisi berdiri lalu dia memindahkan tubuhku ke tempat tidur dengan posisi aku menggantungkan kakiku di sisi tempat tidur dan disodoknya sementara batangnya masih terbenam di vaginaku sejak posisi berdiri. Satu Jam kemudian ketika aku akhirnya mengeluarkan cairan dan darah dari vaginaku dengan derasnya yang membuatku lemas tak berdaya, kami ganti posisi lagi, sekarang kakiku diletakkan di pundak Pak Lubis sehingga hujaman batangnya serasa lebih masuk lagi ke vaginaku dan pada posisi yang ketiga ini kami lakukan sampai 1 jam kemudian dan Pak Lubis pun mengeluarkan cairannya di dalam vaginaku hingga aku merasakan kehangatan air maninya dalam vaginaku.
Tapi tenaga Pak Lubis sangat luar biasa, walau dia telah menyirami air mani dalam vaginaku. Pak Lubis membalikan badanku yang lemas-lemasnya untuk ganti posisi lagi dimana sekarang aku jongkok di badannya sedangkan Pak Lubis tidur terlentang. Badanku dipegangi kedua tangannya sedangkan vaginaku yang tertusuk batang kemaluannya, lalu badanku dihentakkan naik-turun, gaya posisi ini kami lakukan selama 1 jam, lalu setelah itu dia memegangi tubuhku lalu diputarnya badanku sehingga posisi kami berubah lagi, badanku membelakanginya dan dikocoknya badanku naik-turun, posisi inipun kami lakukan dalam 1 jam berikutnya hingga aku mengeluarkan cairan lagi untuk kedua kalinya hingga aku agak tak sadarkan diri karena kali ini cairanku keluar dengan darah yang agak banyak. Dalam keadaan tubuhku yang sangat lemas, batang itu masih di dalam vaginaku.
Pak Lubis merubah posisi lagi hingga ke-6 kalinya, kali ini aku nungging di tempat tidur dan dia menyodok dengan keras sekali, posisi inipun kami lakukan selama 1 jam hingga aku mengeluarkan cairan lagi yang ketiga kalinya dan Pak Lubis juga kembali mengeluarkan cairan di dalam vaginaku secara hampir bersamaan. Akhirnya setelah 6 jam vaginaku dihujam habis-habisan oleh batang Pak Lubis dengan 6 posisi pula, aku pun langsung pingsan diikuti Pak Lubis yang ambruk di tubuhku sambil memelukku.
Aku terbangun dari pingsanku ketika aku sudah tiba di depan rumahku kira-kira jam 23.00 malam. Sebelum aku turun dari mobil Pak Lubis aku mencium bibir Pak Lubis.
"Pak.. makasih ya.. Nov.. benar-benar puas deh.."
"Nov.. Bapak yang harus terima kasih karena kamu bisa memuaskan saya hampir 6 jam lamanya, kamu hebat.. Nov.. dan terima kasih kalau kamu mau menerima air mani saya.. di vaginamu.."
"Nggak.. Nov.. yang terima kasih karena Bapak memberikan air mani Bapak.. buat Nov.."
Setelah itu aku turun dari mobilnya dan Pak Lubis langsung meninggalkanku. Dengan langkah gontai aku masuk rumah dan langsung tidur. Berhari-hari aku tidak turun dari tempat tidur karena selangkanganku rasanya sakit sekali.
Pengumuman Ujian Ebta berlangsung 3 minggu kemudian, yang jatuh hari Sabtu, aku ke sekolah untuk lihat hasil ujian sekaligus untuk bertemu dengan Pak Lubis karena rasa kangenku, tapi Pak Lubis sedang rapat
Comments (0)
Download Java Book»CERITA DEWASA
To Library


